Walaupun jenjang pendidikan Yochien bukan keharusan tapi sejak tahun 2000 sebanyak 63% murid mendaftar disini dan terus bertambah setiap tahun. Ini dikarenakan semakin banyaknya ibu rumah tangga yang ikut bekerja dan kurikulum Yuchien yang di anggap penting bagi anak-anak mereka
Shogakkaou (SD)
Jenjang ini adalah tahap formal pertama yang diharuskan oleh pemerintah untik diikuti oleh anak-anak di Jepang. Warna kuning adalah warna populer yang dikenakan anak-anak SD. Jadi tidak heran kalau kalian sering melihat anak SD ini mengenakan atrbut warna kuning . Kurikulum SD dibagi menjadi 3 bagian yaitu mata pelajaran regular, moral dan ketrampilan
Chugakkao(SMP):
Ini adalah fase penting bagi anak-anak Jepang. Hasil rapor dari jenjang ini akan mampu memasuki SMA favorit dan nantinya kembali menentukan apakah mereka mampu memasukin universitas ternama. Karena itu tidak heran banyak murid-murid yang tinggal lebih lama di sekolah,menghabiskan lebih banyak waktu di klub ekskul dan juga mengikuti Juku (kalo di Indonesia yang penting lulus ya gan )
Koukou(SMA):
Ditahap ini, para pelajar akan memahami puncak tekanan dengan berbagai ujian yang super berat. Saat yang menentukan apakah mereka berhasil lolos ujian perguruan tinggi. Masuk ke SMA yang bagus berarti besar haraan akan mendapatkan universitas yang bagus dan terkenal.
Sekolah paruh waktu
Di beberapa kasus setelah murid-murid lulus SMP dan mendapatkan pekerjaan tetap, maka sekolah paruh waktu adalah solusi tepat bagi mereka yang ingin tetap melanjutkan pendidikan. Untuk lulus dari sekolah ini membutuhkan waktu 4 tahun. Kelas dimulai pada malam hari sekitar jam 5-9 malam
Mau tau Keseharian Pelajar Jepang??
Menuju ke sekolah
Jarang pelajar Jepang pergi ke sekolah dengan mengendarai mobil. sebagian besar pelajar memilih jalan kaki, mengendarai sepeda, atau naik transportasi umum seperti bus atau kereta api. Bukan hal yang mengherankan kalau para pelajar jepang menghabiskan waktu mereka 1-2 jam menuju perjalanan menuju sekolah, terutama apabila pelajar berada di kota kecil. Para pelajar di kota besar seperti Tokyo dan Kyoto biasanya hanya memerlukan 10-20 menit dengan berjalan kaki menuju sekolah mereka!
Di sekolah
Setiap sekolah menyediakan ruangan yang berisi lemari atau loker sepatu untuk para siswa. Para pelajar Jepang dan juga guru diharuskan mengganti sepatu mereka sesampainya dikelas dengan sepatu khusus sekolah atau yang disebut Uwabaki.
Ekstrakurikuler
ekskul dibagi jadi 2 kategori, yaitu ekskul olahraga klub (baseball, kendo, tenis) dan ekskul kebudayaan (bahasa, tatacara perjamuan minum teh)
Di klub juga berlaku sistem senior (senpai) dan junior (kohai). Biasanya senpai bertanggung jawab untuk mengajari dan mengawasi para kohai. Sedangkan para kohai harus tunduk dan melayani para senpai. Contohnya, para kohai di ekskul tenis harus mempersilakan para senpai terlebih dahulu untuk menggunakan lapangan tenis sampai mereka selesai berlatih. (senioritasnya [tinggi ya gan)
Nah, ada yang unik nih dari pendidikan di jepang
1. Yobiko=Lembaga kursus untuk persiapan masuk ujian. Yobiko biasanya diikuti oleh Ronin, yaitu sebutan bagi para lulusan SMA yan gagal lulus masuk universitas tahun pertama. Banyak Ronin yang rela menunggu 1-3 tahun hanya demi masuk universitas!!
2. Rata-rata pelajar Jepang menghabisakn 2 jam sehari untuk mengerjakan PR, 2 jam untuk menonton acara TV, 1setengah jam untuk mendengar radio, 1 jam membaca buku non akademi!
3. Di Jepang, sekolah memiliki disiplin dan standar pendidikan yang tinggi. Karena tekanan yang begitu berat, banyak para pelajar mengalami depresi berat . Kriminalitas pelajar seperti menggencet teman sekelas, bunuh diri ada dalam daftar kriminalitas sekolah
4. Anak-anak SD diharapkan mampu menguasai kanji sebanyak 1006 kanji!! sedangkan anak SMP 1945 kanji (gue aja ga apal" )
5. Para pelajar Jepang juga menyukai aktifitas sosial lainnya seperti belanja, kencan, nonton TV dan main games seusia mereka. Karena beratnya aktifitas sekolah yang harus dilakukan oleh pelajar Jepang,aktifitas ini dilakukan pada akhir pekan
6. walaupun supersibuk, para pelajar Jepang ini masih mampu menyisakan sedikit waktu luang untik bekerja paruh waktu. sebanyak 60% pelajar bekerja paruh waktu di supermarket, restauran, tempat pengisian bensin dan kantor pos. (salut!!) Rata-rata mereka mendapat upah 600-800yen setap satu jam[/spoiler]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar